Mengetahui Resiko atau Dampak Timing Belt Putus

Otoqita.com - Dampak timing belt putus atau resiko timing belt putus pada mesin mobil yang masih menggunakan timing belt pada mekanisme timing mesin. Apa itu timing belt? Timing belt adalah belt untuk timing mesin yang menghubungkan kruk as dan mekanisme klep.

Ciri-ciri timing belt putus atau tanda timing belt putus adalah
1. Mesin mati mendadak saat jalan dan tidak bisa hidup lagi
2. Untuk kendaraan yang masih menggunakan distributor, selain mesin mati mendadak saat jalan juga tidak keluar api dari busi karena distributor tidak berputar akibat timing belt yang memutar noken as tersebut putus.

Klep mesin bengkok akibat timing belt putus

Gambar diatas adalah contoh kerusakan klep mesin pada mobil daihatsu zebra tahun 2002 akibat timing belt putus, untuk daihatsu zebra tahun 2004 ke atas sudah aman artinya tidak akan terjadi tabrakan klep dengan piston jika terjadi timing belt putus.

Dampak atau resiko timing belt putus terhadap mesin mobil adalah
1. Klep mesin bengkok
2. Piston rusak karena terjadi tabrakan dengan klep
3. Pada kendaraan tertentu jika timing belt putus hanya akan menyebabkan mesin tidak bisa hidup tanpa terjadi tabrakan antara klep dan piston, hal ini tergantung dari konstruksi bagian atas pada piston. Salah satu contohnya silakan lihat DISINI.

Gambar ujung piston mesin daihatsu zebra 2002

Tips Mencegah Timing Belt Putus atau Cara Merawat Timing Belt Mobil

Tidak ada cara khusus bagaimana cara merawat timing belt mobil, karena letak timing belt berada didalam mesin, tetapi biasanya untuk merawat timing belt adalah dengan melihat kondisi dan kilometer tempuh kendaraan.

Berikut adalah beberapa tips mencegah timing belt putus pada mesin mobil, yaitu:
1. Lihat pada manual kendaraan masing-masing berapa kilometer maksimal timing belt harus diganti, ada yang 50 ribu km, 80 ribu km, ada yang 150 ribu km.

2. Biasanya oleh bengkel setiap kali sehabis mengganti timing belt, pada cover timing belt ditulis berapa kilometer lagi harus ganti timing belt. Atau seperti contoh pada Toyota Harrier dari pabrik sudah ada label pada cover timing belt agar penggantian timing belt setelah 100 ribu km.

3. Atau lihat lampu indikator timing belt pada panel spido, jika sudah menyala berarti sudah waktunya mengganti timing belt. Silakan lihat Lampu Indikator T-Belt.

4. Dengan mengganti piston yang memiliki konstruksi jika terjadi timing belt putus atau rusak tidak sampai merusak mesin. Semoga berguna.